Jumat, 22 Mei 2009

Embun Trondol



Setiap aku dan ummi cari udara segar pagi hari, kata orang-orang aku sedang mencari embun trondol???


Nyaman Di Pelukan Abi

beginilah jka aku sudah mengantuk nian, tak peduli di manapun. Di pantai, alun-alun, swalayan, bahkan di kendaranpun aku langsung merebahkan tubuh mungilku ini pada Abie ataupun Ummi.

Gambar ini contohnya.
Aku pulas banget di pundak Abie, Padahal ritual jalan-jalan di pantai belumlah usai. Akhirnya Abie ama Ummi ikutan pulang karena aku dah bobo.

Makasih Abie telah memberi tempat untukku bersandar dengan nyaman.

Baby Memories



Lihatlah aku makin dekat





Maen Ama Novin

Tidak masalah bila setiap postinganku selalu saja penuh dengan foto. yang pasti semua ini adalah upayaku untuk senantiasa mengabadikan sesuatu yang pastinya kelak akan menjadi kenangan yang tak kan habisnya aku pandangi. Karena setiap masa yang aku lalui tidaklah akan terulang lagi, sedetikpun tidak.


Di gambar ini adalah kenanganku saat bermain bersama Teuku Novin Amira Putra. Yakni anaknya bunda Aya yang kedua. Aku dan Novin hanya beda lima bulan saja, tapi seperti difoto ini besar tubuh kami nyaris sama. Hehehehee..............

Lihatlah!
Novin nampak cuek banget, padalah aku udah berusaha membujuknya untuk bermain bersama.

Akhirnya aku sempet keki juga! lihat aja aksiku kali ini sama Novin.

Senin, 18 Mei 2009

Lagi Mamam


Bubur nan lembut dengan rasa yang manis, yakni campuran nasi, pisang dan air putih/kadang susu ding.

Lagi mamam. Tuh lihat Tata cemot banget. Senyum yang khas, dengan imbuhan sedikit lubang di pipi membuat aku jadi lebih..... hehehehe....

Sabtu, 09 Mei 2009

Sun Ummi Aahhhhhhhh..........

Ummi......... Ummi..........Umiiiiiiiiiiiiii.........

Kok malah nyanyi, itukan lagunya kak sulis. sebenarnya aku cuma mo bilang kalo aku sangat sayang sama ummi. Tuh lihat tata lagi cium ummi.

mmmhhhhhhmmuuuuuuaaaaaaaaaaaaahhhhhh

Rabu, 06 Mei 2009

Menyapu Lantai Dengan Biskuit

Beginilah keadaannya bila aku ingin makan biskuait sendiri. Abi saja menyebutku sedang menyapu lantai jika aku telah menaburkan cuilan-cuilan biskuit yang tak mau masuk dalam rongga mulutku yang mungil. Senang sekali rasanya bisa makan biskuit sendiri, meski terkadang aku kasihan melihat ummi harus bolak-balik menyapu lantai.

Sebenarnya seh ga cuma biskuit aja. Mamam nasipun yang pake sendok, aku harus kebagian sendok juga. Kalau tidak maka sepanjang makan aku akan selalu meraih sendok berisi makanan yang dipegang Ummi. makanya setiap hendak menyuapiku Ummi selalu terlihat menyiapkan dua sendok makan.